PRAKTIK JUAL BELI POHON DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kelurahan Kayuloko Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Wonogiri)

Sagitaningsih, Renny Vembi (2021) PRAKTIK JUAL BELI POHON DALAM PANDANGAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kelurahan Kayuloko Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Wonogiri). [["eprint_typename_skripsi" not defined]]

[img] Text
RVSskripsifixupload.pdf

Download (3MB)

Abstract

Sagitaningsih, Renny Vembi. 2021. Praktik Jual Beli Pohon Dalam Pandangan Hukum Islam (Studi Kasus Di Kelurahan Kayuloko Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Wonogiri. Skripsi. Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Ali Geno Berutu, MA, Hk. Kata Kunci : Jual Beli, Pohon, Hukum Islam Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui praktik jual beli dalam pandangan hukum Islam. Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli pohon yang di lakukan di Kelurahan Kayuloko Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Wonogiri. Untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam dalam praktik jual beli pohon di Kelurahan Kayuloko Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi. Dengan menggunakan analisis data reduksi data, penyajian data, penyimpulan atau verifikasi, kesimpulan akhir. Adapun hasil penelitian yang menunjukkan masalah praktik jual beli pohon sengon dengan sistem penebangan tetangguhkan dengan latar belakang terjadinya jual beli, tata cara akad, dan praktik jual beli pohon dengan sistem tertangguhkan dan akibat adanya praktik jual beli tersebut. Sistem penebangan tertangguhkan ini tidak sejalan dengan keinginan syara’ karena terdapat praktik jual beli ijon yaitu menjual pohon yang masih kecil atau belum siap untuk ditebang atau dipanen pohonnya. Praktik jual beli dengan sistem tertangguhkan tersebut didalamnya menggunakan akad gairu munjiz mudaf lil mustaqbal yaitu objek akad tidak langsung diserahkan melainkan masih ditangguhkan, sedangkan akad tersebut salah satu bentuk akad gharar. Dalam akad diawal tidak dijelaskan kapan penebangan akan dilakukan dan bentuk jual beli tersebut sangat merugikan bagi pihak penjual dan tidak sesuai dengan prinsip hukum muamalah karena merupakan salah satu bentuk yang sangat dilarang oleh Islam kerena merugikan salah satu pihak. Dari permasalahan diatas maka dapat disimpulkan bahwa untuk para pihak yang bersangkutan baik penjual atau pembeli supaya lebih memahami hukum Islam yang terkait dengan jual beli atau muamalah. Supaya hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam islam tidak di praktikkan secara terus-menerus.

Item Type: ["eprint_typename_skripsi" not defined]
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 05 Mar 2021 15:54
Last Modified: 05 Mar 2021 15:54
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/10565

Actions (login required)

View Item View Item