Menapaki Sejarah, Meneguk Hikmah Meneladani Tradisi Hidup Sehat Para Nabi di Era Pandemi

Suparwi, Sri (2021) Menapaki Sejarah, Meneguk Hikmah Meneladani Tradisi Hidup Sehat Para Nabi di Era Pandemi. UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

Tahun 2019-2020, memang menjadi tahun duka bagi masyarakat Dunia. Pasalnya, pandemi Covid-19 telah mampu menyebarkan teror di berbagai belahan Dunia. Ratusan ribu korban yang berjatuhan, semakin meneguhkan “ketakutan” itu sendiri. Covid 19, makhluk kecil yang tak terlihat, telah berhasil mengguncang kemapanan dan keangkuhan ekonomi, politik, militer, dan ilmu pengetahuan yang telah dibangun oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Kondisi ini menandakan bahwa, dibalik berbagai bentuk kemegahan dan kemapanan yang kita banggakan, ternyata kita masih begitu rapuh, baik secara fisik maupun mental. Dalam ilmu kesehatan, virus yang menyerang sesorang akan berdampak mematikan apabila imunitas manusia sedang tidak stabil. Karena itu, kehadiran Pandemi Covid 19 bermakna sebagai peringatan dan penyadaran bagi seluruh umat manusia tentang kondisi fisik dan mentalnya yang sedang rapuh. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berupaya mengembalikan kekebalan fisik dan mental dengan berkaca pada sejarah, khususnya tradisi hidup sehat yang pernah dipraktekkan oleh para Nabi dan Rasul kita. Berdasarkan pada pemikiran itulah penulis ingin berbagi mengenai sedikit pengetahuan penulis tentang keteladanan para Nabi. Melalui buku ini, penulis hendak mempersembahkan berbagai kebiasaan para Nabi yang dapat bermanfaat bagi kesehatan, baik kesehatan fisik maupun mental. Tuhan menjadikan Nabi dan Rasul sebagai teladan umatnya dalam hal mengimplementasikan keimanan dalam kehidupan seharihari. Selain bertugas untuk menyampaikan risalah Agama kepada seluruh umat manusia, para Nabi juga diutus untuk menjadi panutan iv Ahmad Faidi dalam menjalani kehidupan secara manusiawi. Setiap tradisi hidup yang mereka perankan, merukan konsep hidup terbaik yang perlu dijadikan contoh oleh umat, khususnya dalam hal menjaga kesehatan fisik dan mental. Dalam konteks ini, dapat dikatakan bahwa korelasi antara agama dan sains sebenarnya telah dipraktikkan secara gamblang oleh Rasulullah Muhammad SAW, bahkan juga oleh Nabi dan Rasul sebelumnya. Pola hidup sederhana, positif thinking (husnuz zan), tawakkal, dan ikhlas, tidak sepenuhnya merupakan doktrin agama yang non saintifik. Justru, pola hidup sehat ala Nabi tersebut bernilai agama sekaligus sangat saintifik. Pola hidup sederhana dan tidak berlebihan yang dianjurkan dalam agama itu senada dengan ilmu kesehatan yang mengatakan bahwa “makanan” yang dikonsumsi secara berlebihan justru akan menjadi penyakit. Positif thinking atau husnuz zan itu akan mampu memproduksi hormon kebahagiaan dalam otak manusia. Agama, yang lebih banyak berkelindan dalam dunia psikologis manusia, berhubungan langsung dengan kondisi biologis manusia yang sangat saintifik. Dalam konteks ini pulalah yang penulis maksud dengan keterkaitan antara Iman dan imunitas tubuh manusia. Iman sebagai benteng kesehatan ruhani dan psikologis manusia. Sedangkan imun adalah benteng kesehatan biologis manusia.1 Singkatnya, jika kita percaya Allah berkuasa secara Ghaib, Allah juga berkomunikasi kepada hambanya melalui hukum kausalitas (sunnatullah) yang termanifestasiasi dalam kehidupan sehari-hari para Nabi. Sebut saja misalnya adalah berbagai macam ibadah yang pernah dilakukan oleh para Nabi. Ibadah yang kita kenal sebagai media komunikasi para hamba dengan Tuhannya, ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Dalam konteks ini, beberapa ibadah yang dimaksudkan misalnya, shalat, puasa, dan lain sebagainya. Selama

Item Type: Book
Subjects: Agama > Kebudayaan Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 05 May 2021 07:55
Last Modified: 05 May 2021 07:55
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/10735

Actions (login required)

View Item View Item