MODEL PEMBINAAN KEAGAMAAN ISLAM DAN PEMBENTUKAN KONSEP DIRI PADA ANAK JALANAN DI KANDANG BUDAK KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2021

KHOERUNNISA', (2021) MODEL PEMBINAAN KEAGAMAAN ISLAM DAN PEMBENTUKAN KONSEP DIRI PADA ANAK JALANAN DI KANDANG BUDAK KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2021. [UNSPECIFIED]

[img] Text
ACC SKRIPSI Khoerunnisa'.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kata kunci: Model, Pembinaan Keagamaan Islam, Anak Jalanan Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan bagaimana model pembinaan keagamaan Islam dan perkembangan konsep diri yang di terapkan oleh tokoh agama pada anak jalanan dan masyarakat sekitar di Kandang Budak. 2) Untuk mendeskripsikan kegiatan pembinaan keagamaan Islam dan perkembangan konsep diri pada anak jalanan di Kandang Budak. 3) Untuk mendeskripsikan faktor apa saja penghambat maupun pendukung dalam pembinaan keagamaan Islam dan perkembangan konsep diri pada anak jalanan dan masyarakat sekitar di Kandang Budak Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan berasal dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anak asuh di Kandang Budak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Model pembinaan keagamaan Islam dan perkembangan konsep diri sangat beragam diantaranya dengan pembinaan yang tidak membeda-bedakan seseorang, diskusi bersama, pembinaan secara langsung/tanya jawab. 2). Kegiatan keagamaan Islam dan perkembangan konsep diri adalah kajian rutinan (diskusi keilmuan), mengkaji kitab Al Hikam, membaca manaqib, berbagi dengan anak yatim (yatiman), bersih-bersih sekitar jalan (selokan), dan bersih-bersih kuburan. 3). Faktor penghambat dalam pembinaan keagamaan Islam ada faktor internal dan eksternal, untuk faktor internal dari dalam diri seperti rasa malas. Faktor eksternalnya kurangnya ruang atau tempat ketika pembinaan keagamaan berupa kajian rutinan, dikarenakan banyaknya anak-anak jalanan yang di tambah masyarakat sekitar ikut kegiatan tersebut. Faktor lain karena pemahaman agama yang minim dan terkadang pembahasannya itu sampai ke tasawuf, anak-anak jalanan dan masyarakat sekitar sulit untuk mengikutinya. Sedangkan faktor pendukungnya adalah adanya dukungan kuat dari keluarga, masyarakat, dan teman-teman yang sevisi-misi. Semangat dari anak-anak jalanan dan juga masyarakat sekitar untuk mengikuti setiap kegiatan di Kandang Budak Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.

Item Type: UNSPECIFIED
Subjects: Agama
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 23 Jun 2021 11:08
Last Modified: 23 Jun 2021 04:13
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/10958

Actions (login required)

View Item View Item