MOTIVASI JAMA'AH TAREKAT QODIRIYAH NAQSYABANDIYAH (TQN) DALAM MENGIKUTI RITUAL KEAGAMAAN DI PONDOK PESANTREN SUNAN GIRI KOTA SALATIGA

ibrahim, Malik (2021) MOTIVASI JAMA'AH TAREKAT QODIRIYAH NAQSYABANDIYAH (TQN) DALAM MENGIKUTI RITUAL KEAGAMAAN DI PONDOK PESANTREN SUNAN GIRI KOTA SALATIGA. [UNSPECIFIED]

[img] Text
MALIK IBRAHIM_43010170111..pdf

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Ibrahim, Malik. 2021. Motivasi Jamaah Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (Tqn) Dalam Mengikuti Ritual Keagamaan di Pondok Pesantren Sunan Giri Kota Salatiga. Skripsi, Salatiga: Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing Dra. Maryatin, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi, Ritual Keagamaan, TQN. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) bagaimana motivasi jamaah dalam mengikuti ritual keagamaan TQN di pondok pesantren Sunan Giri. (2) bagaimana ritual keagamaan TQN pondok pesantren Sunan Giri. Dan (3) bagaimana faktor pendukung dan penghambat yang dialami jamaah pada saat mengikuti ritual keagamaan TQN pondok pesantren Sunan Giri. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber primer yakni hasil wawancara dengan mursyid, pengurus, dan jamaah Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah pondok pesantren Sunan Giri, dan sumber sekunder yang didapat berupa foto-foto yang berkaitan dengan judul penelitian, metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang telah terkumpul direduksi dan dilakukan keabsahan data menggunakan Triangulasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa (1) motivasi yang didapatkan oleh jamaah berasal dari mursyid, kerabat dan keluarga, serta mendengarkan pengajian umum. (2) ritual keagamaan meliputi: dzikir, sewelasan dan haul. (3) faktor pendukung yang diperoleh adalah ritual keagamaan memiliki sanad sampai ke rasulallah, mengerjakan ritual keagamaan menjadi kewajiban, dan kitab Tahdzibul Adzkar sebagai penenang hati. Sedangkan faktor penghambat adalah dzikir ditinggalkan karena sakit dan berpergian, dan sewelasan ditinggalkan karena mengasuh cucu, dan pada saat pelaksanaan sewelasan memiliki acara lain.

Item Type: UNSPECIFIED
Subjects: Agama > Keislaman
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 27 Jul 2021 13:23
Last Modified: 27 Aug 2021 00:50
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/11303

Actions (login required)

View Item View Item