KENDURI DALAM PERSPEKTIF MAJELIS TAFSIR AL-QUR’AN (MTA) (STUDI KASUS DI DESA BRINGINKECAMATANBRINGINKABUPATEN SEMARANG)

Ekayanti, Iik Diana (2017) KENDURI DALAM PERSPEKTIF MAJELIS TAFSIR AL-QUR’AN (MTA) (STUDI KASUS DI DESA BRINGINKECAMATANBRINGINKABUPATEN SEMARANG). Other thesis, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

[img] Text
Iik Dian Ekayanti 11109064.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kenduri adalahritual yang dijalankan setelah meninggalnyaseseorang yang berupa pembacaan zikir, doa, dan bacaan-bacaan Al-Qur’an dengan melibatkan kerabat dan warga masyarakat sekitar yang dipandu oleh seorang modin. Perdebatan muncul terutama pada status hukum tahlilan, apakah menjalankan tahlilan itu sebuah amalan ibadah atau bid’ah dan apakah haram atau halal menjalankan ritual tersebut. Perdebatan ini semakin memanas ketika sekelompok masyarakat dengan arogan menyatakan bahwa ritual ini dilarang dan haram hukumnya menurut Islam kemudian mengklaim syirik bagi mereka yang menjalankan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian skripsi ini adalah pertama, Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai pandangan hukum kenduri yang dikemukakan oleh warga kelompok Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA).Kedua, Untuk menjelaskan landasan berpikir dari hukum penolakan kenduri yang digunakan oleh warga kelompok Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA). Penelitian yang penulis lakukan menggunakan jenis penelitian kualititaf, yaitu penelitian yang bersifat atau memiliki karakteristik, bahwa dasarnya menyatakan dalam keadaan sebenarnya atau sebagaimana adanya (natural setting).Sedangkan berdasarkan sifat masalahnya penelitian ini menggunakanmetodedeskriptif.Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan obyek sesuai dengan apa adanya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di desa bringin berpandangan kenduri merupakan kegiatan atau ritual yang berlangsung di masyarakat dan hanya tradisi yang dilakukan turun temurun untuk memperingati atau mendoakan orang atau keluarga yang sudah meninggal.kenduri secara fungsi tidak ada karena tahlilan pada dasarnya do’a-do’a yang dikirimkan untuk orang yang sudah meninggal tidak akan menjadi pahala bagi orang yang sudah meninggal. Sedangkan kenduri tidak diajarkan oleh Rasulullah, sehingga pahala yang akan dikirimkan kepada orang yang meninggal tidak sampai.Mereka menolak akankenduri adalah tidak adanya sumber rujukan atau perintah yang jelas dari Al-Qur’an dan Sunnah, bahkan Rosulullah tidak mengajarkannya. Mereka mengambil dasar di dalam al-Qur’an yaitu surat An-Najm ayat 38-39 dan hadits riwayat Abdu Daud dan Tirmidzi yang berkenaan dengan hal-hal yang bid’ah.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Aliran dan Sekte Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 14 Mar 2017 01:54
Last Modified: 14 Mar 2017 01:54
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/1186

Actions (login required)

View Item View Item