Hubungan Antara Keharmonisan Keluarga Dengan MotivasiBelajar Siswa Kelas IX di SMP N 2 Suruh, Kec. Suruh, Kab. Semarang Tahun 2016

Munjiatun, Munjiatun (2016) Hubungan Antara Keharmonisan Keluarga Dengan MotivasiBelajar Siswa Kelas IX di SMP N 2 Suruh, Kec. Suruh, Kab. Semarang Tahun 2016. Other thesis, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

[img] Text
MUNJIATUN PAI.pdf

Download (5MB)

Abstract

Keharmonisan keluarga mempengarhi motivasibelajar siswa. Idealitas ini tidak teradi pada kondisi siswa kelas IX di SMP N 2 Suruh terdapat siswa dengan latar belakang keluarga harmonis tetapi tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi. Begitu juga sebaliknya, keluarga yang kurang harmonis tetapi anak memiliki motivasi belajar yang tinggi.Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui hubungan keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP N 2 Suruh tahun 2016. Penelitian ini untuk menjawab pertanyaan: (1) Bagaimanakah variasi keharmonisan keluarga pada orang tua siswa kelas IX. (2) Bagaimanakahvariasi motivasi belajar siswa. (3) Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini sejumlah 175 siswa.Sampel dalam penelitian sejumlah 44 siswa.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi.Analisis data dengan menggunakan analisis pendahuluan dan analisis uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Variasi keharmonisan keluarga terdapat 4 kategori yaitu keharmonisan keluarga kategori sangat tinggi sebesar 36,36%, kategori tinggi sebesar 47,73%, kategori sedang sebesar11,36%, dan kategori rendah sebesar 4,55%. (2) Variasi motivasi belajar terdapat 4 kategori yaitu motivasi belajar kategori sangat tinggi sebesar 4,55%, kategori tinggi sebesar 43,18%, kategori sedang sebesar 31,82 %, dan kategori rendah sebesar 20,45%. (3) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar siswa, hal ini dibuktikan dengan membandingkan rtdengan taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 0,297 dengan hasil yang diperoleh (rh) sebesar 0,302, dengan demikian rh> rt (0,302> 0,297).Jadi, dapat disimpulkan bahwa rh >rt(0,302>0,297) berarti korelasi product moment tersebut signifikan. Hal ini berarti, semakin tinggi keharmonisan dalam keluarga semakin tinggi pula tingkat motivasi belajar siswa.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama
Ilmu Ekonomi,Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan Negera > Ilmu Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 14 Mar 2017 04:13
Last Modified: 14 Mar 2017 04:13
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/1198

Actions (login required)

View Item View Item