PERAN GURU PAI DALAM MENGATASI MASALAH KENAKALAN REMAJA (STUDI KASUS PADA MA DARUSSALAM KEMIRI KECAMATAN SUBAH KABUPATEN BATANG

Walidaik, Atik (2017) PERAN GURU PAI DALAM MENGATASI MASALAH KENAKALAN REMAJA (STUDI KASUS PADA MA DARUSSALAM KEMIRI KECAMATAN SUBAH KABUPATEN BATANG. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
SKRIPSI ATIK WALIDAIK.pdf

Download (3MB)

Abstract

Walidaik. Atik 2017. Peran Guru PAI Dalam Mengatasi Masalah Kenakalan Remaja (Studi Kasus Pada MA Darussalam Kemiri Kecamatan Subah Kabupaten Batang). Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Drs. H. Wahyudhiana, M.M.Pd. Kata kunci: Peran Guru PAI, Kenakalan Remaja Skripsi ini membahas tentang peran guru PAI dalam mengatasi masalah kenakalan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mencegah masalah kenakalan remaja di lingkungan sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kehadiran peneliti di lapangan sangat penting mengingat skripsi ini adalah kualitatif. Peneliti bertindak langsung sebagai instrumen lapangan dan sebagai pengumpul data dari hasil observasi. Data yang berbentuk kata-kata diambil dari para informan atau responden pada waktu mereka diwawancarai. Dengan kata lain data-data tersebut berupa keterangan dari para informan, sedang data tambahan berupa dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya (1) Terdapat adanya bentuk kenakalan diantaranya membolos, merokok, terlambat masuk sekolah, dan pergi pada saat jam pelajaran. (2) Peran guru dalam mengatasi kenakalan remaja di MA Darussalam dengan cara preventif (pencegahan) maupun reaktif. Di MA Darussalam usaha prefentif (pencegahan) dilakukan oleh semua guru rumpun mata pelajaran PAI pada setiap pembelajaran, dengan menggunakan pembelajaran berbasis konseling atau dengan cara menggunakan materi-materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan usaha reaktifnya, setiap pagi siswa melaksanakan apel dan guru memberikan pengarahan dan bimbingan pada siswa dengan cara memberi motivasi dan membiasakan siswa untuk membaca Asmaul Husna dan membaca kitab Hidayatul Muta’allim. Program bimbingan di dalam kelas maupun di luar kelas, di kantor atau mempunyai waktu sendiri ketika masalah yang dihadapi menyangkut urusan pribadi. Selain itu, guru menggunakan hukuman (punishment) yang mendidik seperti membuat proposal tentang bahaya merokok, ketika shalat dhuha berada di shof paling depan, membaca Al-Qur’an, dan membaca istighfar seribu kali. Selain itu juga ada hukuman yang memberatkan seperti berlari mengelilingi lapangan, membersihkan halaman madrasah dan tempat sampah. Hal yang demikian dimaksudkan untuk memberi efek jera terhadap pelaku kenakalan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama
Agama > Pendidikan dan pemikiran Islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 31 Oct 2017 03:40
Last Modified: 31 Oct 2017 03:40
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/1833

Actions (login required)

View Item View Item