Fenomena Hamil Pranikah di Kalangan Remaja di Tinjau dari Perspektif Pendidikan Islam (Studi Kasus pada Remaja Putus Sekolah di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang

Afifah, Lailia Anis (2017) Fenomena Hamil Pranikah di Kalangan Remaja di Tinjau dari Perspektif Pendidikan Islam (Studi Kasus pada Remaja Putus Sekolah di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
SKRIPSI LAILIA.pdf

Download (5MB)

Abstract

Kata Kunci: Hamil Pranikah, Remaja, Pendidikan Islam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hamil pranikah di kalangan remaja di tinjau dari perspektif pendidikan Islam di kecamatan Jambu. Pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah: 1) Mengetahui faktor apa yang menyebabkan terjadi kasus hamil pranikah di tinjau dari kurangnya pendidikan Islam. 2) Bagaimana kondisi kehidupan remaja hamil pranikah setelah di tinjau dari kurangnya pendidikan Islam. 3) Mengetahui apa alasan remaja hamil pranikah melakukan hubungan seksual di luar nikah di tinjau dari kurangnya memahami nilai-nilai pendidikan Islam. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian studi kasus (case study) dan bersifat kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber primer yang diperoleh dari informan, dan informan utama dalam penelitian ini adalah remaja yang putus sekolah akibat hamil pranikah di Kecamatan Jambu. Pengumpulan data ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hamil pranikah yang terjadi di Kecamatan Jambu terjadi pada remaja usia 13 sampai 18 tahun, sehingga jika menikah harus meminta dispensasi ke Pengadilan Agama Ambarawa, karena belum memenuhi syarat perkawinan yaitu calon pengantin kurang umur atau belum cukup umur. Hamil pranikah di kalangan remaja di Kecamatan Jambu disebabkan oleh 3 faktor di tinjau darikurangnya pendidikan Islam, yaitu: 1) faktor perilaku: perilaku berpacaran yang terlalu bebas, rasa penasaran terhadap hubungan seksual. 2) faktor keluarga: perceraian, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, keluarga broken home, kondisi orang tua yang permisivisme dan jauh dari pendidikan Islam. 3) faktor lingkungan: lingkungan pergaulan bebas, peluang yang mendukung untuk melakukan hubungan seksual. Kondisi kehidupan remaja hamil pranikah di tinjau dari kurangnya pendidikan Islam: 1) lebih banyak yang bertanggung jawab. 2) kebutuhan ekonomi masih dicukupi oleh orang tua. 3) sebagian besar suaminya ada yang sudah bekerja dan ada yang belum bekerja. 4) kurang memahami nilai-nilai pendidikan Islam sehingga hubungan setelah menikah ada yang harmonis dan ada yang bercerai. Alasan remaja hamil pranikah melakukan hubungan seksual sebelum menikahditinjaudarikurangnyamemahami nilai-nilai pendidikan Islam: 1) orang tua yang tidak setuju. 2) dicekoki minuman keras. 3) rasa cinta terhadap pasangan. 4) suka sama suka dan berniat melakukan hubungan seksual. 5) karena ada kesempatan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Pendidikan dan pemikiran Islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 20 Nov 2017 02:12
Last Modified: 20 Nov 2017 02:12
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/1937

Actions (login required)

View Item View Item