Ketaatan Istri Terhadap Suami: Antara Ajaran Budaya Jawa dan Ajaran Agama (Studi Kasus di Kelurahan Tingkir Lor dan Kelurahan Kutowinangun Kota Salatiga)

Zumrotun, Siti (2015) Ketaatan Istri Terhadap Suami: Antara Ajaran Budaya Jawa dan Ajaran Agama (Studi Kasus di Kelurahan Tingkir Lor dan Kelurahan Kutowinangun Kota Salatiga). Project Report. IAIN Salatiga, IAIN Salatiga.

[img] Text
A.Upload.Ketaatan.Istri.pdf

Download (813kB)
Official URL: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/

Abstract

Penelitian dengan judul: Ketaatan Istri trehadap Suami antara Budaya Jawa dan Ajaran Agama: Studi Kasus di Kelurahan Tingkir Lor dan Keluarhan Kutowinangun, dilakukan dalam rangka mengetahui sejauhmana budaya Jawa mampu mempengaruhi perilaku orang-orang Islam di Jawa.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Fokus penelitian adalah masyarakat dalam hal ini para istri di kelurahan Tingkir Lor dan Kelurahan Kutowinangun dalam terkait dengan bentuk dan persepi para terhadap ketaatannya terhadap suami, erta apa yang melarabelakangi bentuk serta persepsi tersebut. Sedangkan analisis data dilakukan secara induktif, yaitu analisis berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Setelah diadakan penelitian secara mendalm bisa disimpulkan bahwa Bentuk-bentuk ketataatan istri terhadap suami antara lain: pertama, tidak berani menolak ajakan suami dalam hubungannya dengan kebutuhan biologis. para istri dalam keadaan apapun selalu berusaha untuk bisa melayani suami. Kedua, mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga muali dari masak, mencuci, bersih-bersih rumah, merawat anak dan lain-lain. Ketiga, membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga karena keterbatasan nafkah yang diperoleh suami. Keempat, merawat dan mendidik, serta membimbing anak sejak lahir hingga mereka dewasa. Kelima, aktif dalam kegiatan di masyarakat dalam rangka menambah wawasan tentang kehidupan rumah tangga. Perbedaan persepsi tentang ketaatan istri terhadap suami di Kelurahan Tingkir Lor dan Kelurahan Kutowinangun. Sesuai dengan tingkat pemahaman agama serta pendidikan mereka masing-masing, bahwa para istri di kelurahan Kutowinangun belum bisa membedakan tentang dasar ketaatan istri terhadap suami. Menurut mereka semua bentuk kegiatan atau pekerjaan rumah tangga yang dilakukan dalam rangka mewujudkan ketaatannya pada suami semuanya berdasarkan ajaran agama Islam. Sehingga para istri yang tidak mau memasak, mencuci, membersihakan rumah dan lain-lain berdosa karena melanggar aturan syari’at Islam. Sedangkan para istri yang tinggal di kelurahan Tingkir Lor paham bahwa pekerjaan rumah tangga tersebut bukan kewajiban istri sebagai bentuk taat kepada suami akan tetapi lebih mengacu pada tradisi yang sudah turun temurun, Sehingga jika ada istri yang tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga tidaklah berdosa. Karena kewajiban istri taat kepada suami dalam Islam hanyalah melayani dan menyenangkan suami. Jika istri mau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga itu dilakukan dalam rangka membantu tugas suami. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan bentuk-bentuk taat serta persepsi istri terhadap ketaatannnya kepada suami adalah pertama pendidikan. Pendidikan yang bisa membedakan di sini terutama pendidikan non formal (pesantren). Istri-istri yang sempat peneliti jadikan subjek, di kelurahan Kutowinangun kebetulan tidak satupun yang memiliki latarbelakang pesantren. Mereka awam terhadap ajaran syari’at Islam. Namun mereka termasuk muslimah yang taat. Sedangkan istri-istri yang tinggal di kelurahan Tingkir Lor banyak yang berlatarbelakang pesantren. Sehingga mereka paham betul bahwa tugas perempuan sebagai istri bukan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, akan tetapi hanya melayani suami dan taat kepada suami selama tidak dalam maksiat. Faktor yang kedua, lingkungan masyarakat. Kelurahan Kutowinangun masyarakat cenderung abangan. Mereka muslim akan tetapi kedalaman ilmu kesyariahannya masih kurang sehingga mereka tidak paham bahwa sebetulnya Islam sangat menjunjung tinggi derajat istri dengan mencukupkan kewajibannya hanya melayani suami di tempat tidur.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Agama > Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Syariah
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 02 May 2018 02:02
Last Modified: 12 Feb 2019 01:31
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/4000

Actions (login required)

View Item View Item