Ketaatan Sosial Di Dalam Tradisi Saparan Pada Masyarakat Bandungrejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Tahun 2018

Budiman, Emha Arif (2018) Ketaatan Sosial Di Dalam Tradisi Saparan Pada Masyarakat Bandungrejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Tahun 2018. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
SKRIPSI.pdf

Download (2MB)

Abstract

Budiman, Emha Arif. 2018. Ketaatan Sosial Di Dalam Tradisi Saparan Pada Masyarakat Bandungrejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Tahun 2018 Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan ilmu keguruan. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Imam Mas Arum, M.Pd Kata Kunci: Ketaatan Sosial, Tradisi, Saparan Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui wujud Ketaatan sosial di dalam tradisi Saparan pada masyarakat Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang tahun 2018. Mengetahui alasan masyarakat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang masih mempertahankan Tradisi Saparan. Mengetahui nilai positif dan negatif tradisi Saparan Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang tahun 2018. Jenis penelitian ini termasuk penelitian studi lapangan. Dalam melakukan penelitian bentuk yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat deskriptif, menjelaskan secara detail dari objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah warga desa Bandungrejo Kecamatan Ngablak Kabupaten magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, wujud ketaatan sosial di dalam tradisi saparan berupa kebersamaan dalam membersihkan lingkungan, berdoa bersama, arakan tumpeng dan iuran bersama untuk melaksanakan saparan. Saparan bagi warga Bandungrejo sebagai wujur rasa syukur dan sebagi sarana untuk merekatkan tali persaudaraan dan silaturahmi. Kedua, Warga desa Bandungrejo masih menjalankan saparan karena sebagai asset budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Ketiga, Nilai positif dari tradisi saparan yaitu adanya keinginan kuat dari warga untuk tetap menjalankan Saparan. Sedang nilai negatif yaitu dibutuhkannya dana yang banyak untuk menyelenggarakan Saparan yang dibebankan bagi warga Bandungrejo yang mayoritas warganya petani dengan penghasilan kecil.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 02 May 2018 02:36
Last Modified: 02 May 2018 02:36
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/4010

Actions (login required)

View Item View Item