Nilai Curiosity (Rasa Ingin Tahu) Dalam Pandangan Ibnu Khaldun Dan Ibnul Qayyim

Za’iimah, Siti (2018) Nilai Curiosity (Rasa Ingin Tahu) Dalam Pandangan Ibnu Khaldun Dan Ibnul Qayyim. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
SKRIPSI FIX.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai curiosity (rasa ingin tahu) menurut Ibnu Khaldun dan Ibnul Qayyim, serta bagaimana persamaan dan perbedaannya. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian library research dan bersifat deskriptif analisis. Sumber data primer yakni buku karya Ibnu Khaldun dan Ibnul Qayyim. Sumber sekunder yang digunakan yaitu berbagai macam literatur yang mendukung. Pengumpulan data ini menggunakan media dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai curiosity (rasa ingin tahu) menurut Ibnu Khaldun dan Ibnul Qayyim mencakup enam aspek, yaitu ilmu pengetahuan, pendidikan, metode pendidikan, sumber ilmu pengetahuan, guru dan siswa pembelajar, dan urgensi ilmu pengetahuan. Persamaan pandangan Ibnu Khaldun dan Ibnul Qayyim yaitu ilmu adalah sesuatu yang diterima oleh akal dan selanjutnya diimplikasikan oleh tubuh dan pikiran; pendidikan pertama berasal dari orang tua, kemudian baru alam dan zaman; akal sebagai metode utama; Al-Qur’an dan Hadits menjadi sumber ilmu pengetahuan; pendidik yaitu orang yang mengajarkan ilmu, sedangkan peserta didik adalah orang yang menuntut ilmu atau subjek pendidikan; dan urgensi ilmu pengetahuan yaitu tingkat derajat manusia dapat diukur dari ilmu yang dimiliki manusia tersebut. Sedangkan perbedaannya yaitu jika Ibnu Khaldun membagi ilmu menjadi tiga macam, maka ilmu pengetahuan Ibnul Qayyim adalah pengendali perilaku manusia. Pendidikan bagi Ibnu Khaldun lebih menekankan alam dan zaman, sedangkan Ibnul Qayyim memberikan makna pendidikan dapat dilakukan oleh seseorang yang mengajari orang lain secara bertahap. Metode pendidikan Ibnu Khaldun yaitu berpikir, keragu-raguan, dan pembiasan, sedangkan metode pendidikan Ibnul Qayyim hanya berpikir menggunakan akal dan mengingat materi. Sumber ilmu pengetahuan Ibnu Khaldun yaitu Al-Qur’an, sedangkan bagi Ibnul Qayyim terdiri dari 6 aspek. Pendidik menurut Ibnu Khaldun adalah kunci dalam pendidikan, dan peserta didik adalah subjek pendidikan, sedangkan pendidik menurut Ibnul Qayyim adalah orang yang mengajarkan ilmu, dan peserta didik adalah orang yang menuntut ilmu. Dan urgensi ilmu pengetahuan Ibnu Khaldun adalah ilmu sebagai pembeda antara manusia dengan binatang, sedangkan urgensi ilmu pengetahuan Ibnul Qayyim adalah ilmu sebagai kunci kebahagiaan dan keberuntungan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 24 Oct 2018 02:42
Last Modified: 24 Oct 2018 02:42
URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/4365

Actions (login required)

View Item View Item