Implementasi Metode Sorogan dalam Pembelajaran Tahfidzul Qur’an di pondok Pesantren Madrosatul Qur’an Mojo Andong Kabuoaten Boyolali

Fuad, Ahmad (2018) Implementasi Metode Sorogan dalam Pembelajaran Tahfidzul Qur’an di pondok Pesantren Madrosatul Qur’an Mojo Andong Kabuoaten Boyolali. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
skripsi.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi metode Sorogan dalam Pembelajaran tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’an Mojo Andong Kabupaten Boyolali. Pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Implementasi dari metode Sorogan dalam pembelajran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’an Mojo Andong Kab. Boyolali. 2) Apa kelebihan dan kekurangan metode Sorogan dalam pembelajran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’an Mojo Andong Kab. Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan lapangan (field research) dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah santri, pengasuh, dan pengurus pondok pesantren. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi metode sorogan dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’an berjalan dengan baik sesuai teknis pembelajaran yang diharapkan. Pelaksanaan metode sorogan dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’an meliputi: pelaksanaan metode sorogan dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an dilakukan murid membaca ayat al-Qur’an yang telah ia hafal. 2) Kelebihan metode sorogan dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an di PP. Madrosatul Qur’an sebagai berikut: a) Antara guru dan santri memiliki hubungan yang lebih dekat, b) Kemamapuan masing-masing santri yang berbeda-beda dapat diketahui langsung oleh guru. c) Guru dapat mengecek hafalan-hafalan sebelumnya, d) Guru dapat mengetahui bagaimana cara membaca al Qur’an yang benar, bagaiama tingkat kelancaran hafalan santri secara langsung. Kekurangan metode sorogan dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an di PP. Madrosatul Qur’an sebagai berikut: a) Kurangnya persiapan dalam menghafal dan murajaah sebelum melakukan sorogan, b) Santri terlalu terbebani jika terlalu banyak membuat hafalan dan belum siap untuk hafalannya, c) Kekurangannya santri dalam menghafal memiliki dua faktor yaitu internal (kepercayaan diri) dan eksternal (IQ), d) Santri cepat bosan karena metode ini membutuhkan kesabaran, kerajinan dan disiplin untuk pribadi masing-masing santri, e) Membutuhkan Waktu yang lama dan Boros Waktu

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama
Agama > Alqur'an
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 29 Oct 2018 01:45
Last Modified: 29 Oct 2018 01:45
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/4493

Actions (login required)

View Item View Item