PERAN MEDIATOR HAKIM DALAM PERKARA POLIGAMI PADA TAHUN 2016-2017 (Studi di Pengadilan Agama Kota Salatiga)

Luthfi, Siti Muarifatul (2018) PERAN MEDIATOR HAKIM DALAM PERKARA POLIGAMI PADA TAHUN 2016-2017 (Studi di Pengadilan Agama Kota Salatiga). Other thesis, IAIN SALATIGA.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Luthfi, Siti Muarifatul. 2018. Peran Mediator Hakim dalam Perkara Poligami pada Tahun 2016-2017 (Studi di Pengadilan Agama Kota Salatiga). Fakultas Syariah. Jurusan Hukum Keluarga Islam. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Dosen Pembimbing: Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. Kata kunci: Mediator, Perkara Poligami. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perspektif masyarakat awam mengenai peran mediator yang menangani perkara poligami, dimana sebagian besar hasil mediasinya mengalami kegagalan yang menyebabkan poligami dapat dilakukan padahal di Negara Indonesia menganut asas monogami perkawinan. Sehingga pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana proses mediasi poligami yang dilakukan Pengadilan Agama Kota Salatiga, (2) apa yang menjadi faktor-faktor berhasil atau gagalnya mediasi poligami, (3) bagaimana cara mediator menegakkan asas monogamy perkawinan terhadap permohonan izin poligami perspektif Perma Nomor 1 tahun 2016. Dalam menjawab pertanyaan tersebut penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian yuridis normatif. Sedangkan metode pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara yang sasarannya adalah hakim yang biasanya menjadi mediator dalam proses mediasi. Selain wawancara, penelitian ini juga menggunakan teknik observasi dengan mangamati cara mediator melaksanakan tugasnya. Serta studi dokumen untuk mengetahui hasil-hasil dari proses mediasi poligami yang dimasukkan dalam berkas acara sidang poligami. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mediator dalam menjalankan kewajibannya sudah sesuai dengan pedoman mediasi yaitu Perma Nomor 1 Tahun 2016. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan mediasi adalah itikad baik para pihak, sedangkan kegagalan mediasi ditentukan oleh para pihak sendiri yang mana biasanya pihak suami tetap berkeinginan melakukan poligami. Dalam mediasi poligami, mediator Pengadilan Agama Kota Salatiga dalam menegakkan asas monogami adalah dengan cara menggagalkan permohonan izin poligami. Biasanya mediator akan meminta Pemohon atau suami untuk tidak menikah lagi. Namun, sesuai tugas mediator yang tercantum dalam Perma Nomor 1 Tahun 2016, mediator tidak boleh memaksa dalam memberikan solusi dan sarannya. Kegagalan proses mediasi yang menyebabkan dilakukannya poligami oleh pihak suami bukan merupakan akibat dari peran mediator yang tidak sesuai pedoman medisai.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 12 Nov 2018 14:23
Last Modified: 12 Nov 2018 14:23
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/4711

Actions (login required)

View Item View Item