PEMIKIRAN HAMKA TENTANG ISLAM DAN BUDAYA LOKAL MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVELNYA TAHUN 1928-1953

susanti, susanti (2018) PEMIKIRAN HAMKA TENTANG ISLAM DAN BUDAYA LOKAL MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVELNYA TAHUN 1928-1953. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
APLIKASI HERMENEUTIKA DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN TERHADAP PEMAHAMAN AHLI KITAB DALAM AL-QUR’AN.pdf

Download (3MB)
Official URL: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id

Abstract

Susanti. 2018. Pemikiran Hamka Tentang Islam Dan Budaya Lokal Minangkabau Dalam Novel-novelnya Tahun 1928-1953. Skripsi. Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuludin, Adab, dan Humaniora. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. 2017. Pembimbing: Dr.Supardi, S. Ag., M.A. Kata Kunci: Pemikiran, Islam, danBudayaLokal Hamka adalah seorang ulama, politikus, sejarawan, sosiolog dan sastrawan asal Minangkabau yang hidup di akhir abad ke-19. Selain berdakwah dan sibuk dengan aktivitasnya, Hamka juga termasuk penulis yang produktif. Banyak buku-buku karya Hamka yang beredar, baik ilmiah maupun sastra. Sebagai ulama dan sosiolog karya sastra Hamka banyak mengandung nilai-nilai religi dan budaya local Minangkabau, baik berupa kritikan maupun deskripsi. Untuk itu, penelitian ini akan ditujukan pada rumusan masalah sebagai berikut. 1) Bagaimana kondisi sosio-budaya, dan keagamaan di Minangkabau pada tahun 1920-an Masehi? 2) Bagaimana pandangan-pandangan Hamka mengenai Islam dan Budaya Lokal Minangkabau dalam novel-novelnya? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Hermeneutik dan historis. Pendekatan tersebut digunakan untuk memahami pemikiran seseorang melalui tulisan-tulisannya dengan mengaitkan peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempengaruhi tingkah laku dan pola pikir penulis sehingga dengan pendekatan tersebut peneliti dapat menganalisa pemikiran Hamka melalui novel-novelnya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Ada empat tahap dalam metode penelitian sejarah yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah pemikiran Hamka tentang Islam dalam novel-novelnya meliputi Akhlak, Syari’ah, dan Akidah, seedangkan dalam budaya Minangkabau meliputi budaya merantau, sistem kekerabatan, dan sisitem kemasyarakatan.Hamka hidup pada masasekitar tahun 1920-an di Minangkabau sedang terjadi pembaharuan Islam oleh kaum muda yang mengakibatkan pergolakan antara kaum tua yang ingin empertahankan adat dan budaya lokal Minang dengan kaum muda yang ingin memurnikan Islam dan kembali pada al-Quran dan sunnah.Maka wajar jika Hamka dalam menulis novel cederung mengkritik budaya lokal Minangkabau terutama pada sistem kekerabatan dan matrilineal. Hal ini akibat pengaruh dari keluarga terutama ayahnya yang termasuk golongan pembaharu, pendidikan dan lingkungan hidup Hamka.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Ushuludin, Adab dan Humaniora > Sejarah Kebudayaan Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 14 Mar 2019 03:09
Last Modified: 14 Mar 2019 03:09
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/5018

Actions (login required)

View Item View Item