TUMBUHAN OBAT PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Sains Al-Jawāhir Fī Tafsir Al-Qur'an Al-Karīm) SKRIPSI

Muftikah, Dewi, Munirrotul (2019) TUMBUHAN OBAT PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Sains Al-Jawāhir Fī Tafsir Al-Qur'an Al-Karīm) SKRIPSI. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
TUMB.SINGLE.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id

Abstract

Penelitian Pustaka (Library Research) ini mengkaji ayat-ayat tentang tumbuhan obat yang disebutkan dalam Al-Qur‟an. Tulisan ini berawal dari budaya masyarakat yang sebagian besar mengandalkan obat-obatan dari bahan kimia yang mempunyai efek samping karena senyawa anorganiknya, kurangnya literatur yang mengkaji tentang sains dan Al-Qur‟an di pustaka Program Studi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir, begitu juga untuk meluruskan pandangan yang mengatakan bahwa sains dan Al-Qur‟an bertentangan dalam hal saintifik. Corak yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode tafsir sains. Penulis mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur‟an yang berfokus pada tema tumbuhan obat dalam Al-Qur‟an. Sehingga diperoleh tidak kurang dari dua belas ayat yang menyebutkan nama-nama tumbuhan yang berkhasiat obat pada surat-surat tertentu dalam Al-Qur‟an. Penelitian ini memfokuskan pada satu macam tumbuhan yang disebut Al-Qur‟an, yakni jahe (zanjabil) yang kaya akan manfaat dan tepat guna dapat dikonsumsi sebagai minuman, bahan rempah juga berkhasiat obat. Guna menguatkan penelitian ini penulis mengutip penafsiran seorang pakar saintifik yakni Thantawi Jauhari dengan karyanya Al-Jawāhir Fī Tafsir Al-Qur‟an AlKarīm, yang menjelaskan Jahe adalah minuman orang-orang yang taat di surga. Minuman yang bercampur jahe tersebut mengalir dari mata air salsabil yang menyegarkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, dengan mengidentifikasi senyawa yang terkandung dalam masing-masing jenis jahe yang berbeda, kandungan minyak atsiri dalam jahe merah jauh lebih kuat daripada jenis jahe yang lain. Senyawa seperti zingiberin, lemolin, gingerol dan lainnya merupakan komponen yang menghasilkan aroma sedap pada jahe, hal ini sesuai dengan apa yang diungkap Tanthawi pada tafsirnya „minuman para ahli surga adakalanya dicampur jahe dan baunya sedap.‟ Sedangkan melihat dari efek farmakologisnya juga, jahe merah terbukti yang paling sering digunakan dalam hal pengobatan. Jadi menurut penulis, jenis jahe yang dimaksudkan dalam Al-Qur‟an ini dapat dimungkinkan adalah dari jenis jahe merah meskipun tetap berbeda dengan tumbuhan zanjabil yang ada di surga. Kata kunci: Tafsir Sains, Obat, Kitab, Zanjabil.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Alqur'an
Divisions: Fakultas Ushuludin, Adab dan Humaniora > Ilmu Alqur'an dan Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 24 Apr 2019 07:51
Last Modified: 24 Apr 2019 07:51
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/5583

Actions (login required)

View Item View Item