NGABEKTEN DAN TELATEN: STUDIATAS UPAYA MASYARAKAT MUSLIMRAWA PENING DALAM PELESTARIANLINGKUNGAN

Ridwan, Benny (2014) NGABEKTEN DAN TELATEN: STUDIATAS UPAYA MASYARAKAT MUSLIMRAWA PENING DALAM PELESTARIANLINGKUNGAN. P3M STAIN Salatiga.

[img] Text
Ngabekten.pdf

Download (1MB)

Abstract

Allah mengutus Rasulullah untuk menyampaikan ajaran-ajaran Al-Qur’an agar manusia bisa selamat hidup di dunia dan akhirat kelak. Tidak ada satupun ajaran-ajaran Al-Qur’an yang luput dari persoalan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, tidak heran jika Al-Qur’an bisa dijadikan pedoman hidup. Berbagai persoalan dikupas tuntas dalam Al-Qur’an. Mulai dari masalah keimanan, ekonomi, keluarga, hingga masalah kesehatan. Buku ini khusus membahas ayat-ayat Syifa: Al-Qur’an sebagai terapi psikologis. Slaah satu penyakit ruhani yang seringkali memicu munculnya penyakit-penyakit lain bagi tubuh manusia adalah “kegelisahan” atau dalam istilah psikologi disebut anexiety disorder. Pada dasarnya, perasaan gelisah merupakan perasaaan yang wajar dimiliki siapa saja. Namun jika dibiarkan berkelanjutan akan menjadi gangguan yang biosa merusak mental dan kesehatan tubuh manusia. Kondisi Rawa Pening saat ini mengkhawatirkan karena terjadi masalah ekologi dan problem fisik rawa sendiri seperti sedimentasi. Sedimentasi ini dipicu dan diperparah dengan perkembangbiakan ecenggondok secara sporadis, serta terjadinya pencemaran oleh factor limbah rumah tangga, hotel dan restoran. Di samping itu juga terjadi kerawanan konflik akibat banyaknya jumlah nelayan di sekitar Rawa Pening dan pendirian keramba-kerambaikan, menciptakan persaingan dalam mencariikan. Konflik yang terjadi akibat razia penggunaan alat tangkap ikan branjang klambu, setrum dan racun yang sebenarnya sudah dilarang. Hal tersebut diatas tadi merupakan konteks masalah kondisi sosial, budaya, dan ekonomi yang terjadi pada kehidupan masyarakat muslim di Rawa Pening. Masalah tersebut harus dipecahkan dan diurai untuk kebaikan bersama, karena masyarakat muslim ini sama-sama menggantungkan hidupnya pada Rawa Pening Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakondisilingkunganRawaPeningdariperspektifkelestarianlingkungan, danfaktor-faktorapasaja yang mengakibatkanterjadinyapencemaranlingkungan?Disamping itu Penelitian ini juga ingin mengetahui Bagaimanaupaya dan peran masyarakatmuslimterhadappelestarianlingkungan di RawaPening, danfaktor-faktor apa yang mempengaruhi peran masyarakat tersebut? Kemudian penelitian ini juga ingin mengetahui Bagaimana hubungan faktor pemahaman ajaran agama dan konteks sosial masyarakat muslim Rawa Pening terhadap pengembangan budaya yang fungsional untuk proses pelestarian lingkungan? Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi ke lokasi penelitian serta wawancara dengan informan atau keyperson terpilih. Pengumpulan data lapangan diperoleh pada lokasi penelitian yang meliputi wilayah 6 desa yakni desaAsinan, Banyubiru, Kebondowo, Kesongo, Lopait, danDesaTuntang. Data yang telah diklasifikasikan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode AnalisisTemaKultural, lnterpretasi, dan heuristika.Perandan etos masyarakatmuslimuntukpelestarianlingkunganadalah:menjagamalamsecarabergantian,tidakmembuangsampah plastic, tidak menggunakan strum dalam mencariikan, pencurian ikandalamkolamjaring terapung, serta tidak menggunakan racun ikan. Mengedepankan kejujuran,mengutamakan waktu sholat, jikahari jum’at warga libur beraktivitas di kawasan Rawa, dan kalau sore berangkat ke rawa setelah maghrib. Peran masyarakat muslim juga melakukan Resik-resikrowo,belaskasihdanmembantu orang lain, merubah konflik menjadi apik, telaten dalam merubah sampah eceng gondok menjadi berkah,selalu menebarkan benih ikan dan melakukan Sedekah Rowo sebagai bentuk Ngabekten. Faktor yang mempengaruhi peran masyarakat tersebut adalah kesadaran spiritual, etika, dansolidaritassosialmasyarakatmuslim.Kesadaran spiritual tersebut sebagai beyond particular theological object yang oleh M. Amin Abdullah disebutkan bahwa ketika manusia membidik, mencermati, memahami, danmenajamihal-hal yang “ada di belakang” (beyond particular theological object), maka hal itu memasuki wilayah yang lebih bersifat transcendental-spiritual. Rasa pasrah yang tanpa syarat kepada Sang Pencipta, panggilan berbuat baik kepada sesame makhluk, pengakuan adanya yang “suci”, rasa ketergantungan kepada yang “maha” segalanya, permohonan dan doa untuk memperoleh bimbingan jalan yang selamat dan begitu seterusnya adalah termasuk wilayah yang disebut-sebut sebagai wilayah yang bersifat fundamental spiritual-filosofis. Hal-hal fundamental-filosofis yang bersifat transhistoris dan transteologisa dalah dimensi ontologism dari agama-agama, termasuk di dalamnya adalah agama Islam.Perihal ini tentu tidak dapat terpisahkan dengan keesaan Allah (tauhid), syariah, dan akhlak Dalam perspektif itu, agama dipahami dan dihayati oleh masyarakat sebagai sebuah cara hidup, dengan tujuan untuk menata seluruh hidup manusia dalam relasi yang harmonis dengan sesame manusia dan alam. Dalam penghayatan agama seperti itu, masyarakat selalu ingin mencari dan membangun harmoni di antara manusia, alam, masyarakat, dan dunia gaib, dengan didasarkan pada pemahaman dan keyakinan bahwa yang spiritual menyatu dengan yang material. Harmoni dan keseimbangan sekaligus juga dipahami sebagai prinsip atau nilai paling pentingdalamtatanankosmis. Ketika peran masyarakat Muslim Rawa Pening sebagaimana diatas tadi menjadi etika terapan yang tidak hanya mampu menjadi pedoman pelestarian, namun dapat menjadi pedoman atau resolusi konflik lingkungan, maka pada saat itu juga etika terapan ini menjadi Etika terapan baru [new applied ethics].Bahwa kesadaran dan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan masyarakat muslim menjadi indigenous environmental management system adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus. Pengelolaan lingkungan hidup bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun pihak Swasta dan masyarakat lokalpun juga sangat penting peran sertanya dalam melaksanakan kebijaksanaan dan kearifan pengelolaan lingkungan hidup.

Item Type: Article
Subjects: Ilmu Ekonomi,Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan Negera
Ilmu Ekonomi,Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan Negera > Ilmu Pendidikan
Divisions: Fakultas Ushuludin, Adab dan Humaniora
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 09 May 2019 06:15
Last Modified: 27 Nov 2019 08:13
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/5635

Actions (login required)

View Item View Item