TRADISI PERNIKAHAN JAM’IYAH RIFA’IYAH DI DESA JETIS KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG

saifudin, hanif ahmad (2015) TRADISI PERNIKAHAN JAM’IYAH RIFA’IYAH DI DESA JETIS KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG. Other thesis, IAIN Salatiga.

[img]
Preview
Text
Hanif Ahmad Saifudin_21110005.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi pernikahan Jam’iyah Rifa’iyah dan faktor yang melatarbelakangi tradisi pernikahan tersebut. Pertanyaan yang ingin dijawab adalah (1) Bagaimana tradisi pernikahan Jam’iyah Rifa’iyah di Desa Jetis Kecamatan Bandungan (2) Apa faktor yang melatarbelakangi tradisi pernikahan Jam’iyah Rifa’iyah di Desa Jetis Kecamatan Bandungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif diskriptif analisis dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Jetis Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Data yang berhasil dihimpun dianalisis secara kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tradisi pernikahan Jam’iyah Rifa’iyah meliputi: tradisi mempelajari kitab Tabyin al-Islah sebelum pernikahan, tradisi Shihhah dan tradisi pemilihan saksi pernikahan . Faktor yang melatarbelakangi tradisi pernikahan di Jam’iyah Rifa’iyah adalah: (1) faktor yang melatarbelakangi tradisi mempelajari kitab Tabyin al-Islah sebelum pernikahan adalah Jam’iyah Rifa’iyah yang akan menikah diharuskan mempelajari kitab Tabyin al-Islah supaya ibadah pernikahannya tidak sia-sia begitu saja, perkawinannya dianggap shahih dan pernikahannya kekal dan bahagia, (2) faktor yang melatarbelakangi tradisi pemilihan saksi adalah terjadinya kualifikasi saksi pernikahan di kitab Tabyin al-Islah yang terkesan berhati-hati dan sulit dipenuhi oleh seorang saksi pernikahan biasa dan (3) faktor yang melatarbelakangi tradisi shihah adalah pada masa KH. Ahmad Rifa’i mayoritas wali hakim atau penghulu belum bisa adil mursyid, berada dalam perintah pemerintah kafir dan hanya memikirkan kepentingan pribadi dengan mengatas namakan agama. Setelah Indonesia merdeka pengulangan pernikahan atau tradisi shihah di Jam’iyah Rifa’iyah sudah mengalami pergeseran dikarenakan para penghulu sudah diperintah oleh penguasa bukan kafir, para penghulu dinilai sudah memilik i sifat yang alim dan sebagian besar penghulu memiliki latar belakang pendidikan agama yang cukup mumpuni. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat yang ingin mengetahui tradisi pernikahan di Jam’iyah Rifa’iyah.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 26 Feb 2016 06:25
Last Modified: 26 Feb 2016 06:25
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/581

Actions (login required)

View Item View Item