PROSES PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DENGAN METODE QIRO’ATI DI PONDOK PESANTREN ASRAMA PENDIDIKAN ISLAM (API) AL-RIYADLOH KESONGO TUNTANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2019/2020

Fajriyah, Umi (2019) PROSES PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DENGAN METODE QIRO’ATI DI PONDOK PESANTREN ASRAMA PENDIDIKAN ISLAM (API) AL-RIYADLOH KESONGO TUNTANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2019/2020. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
skripsi burd.pdf

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Fajriyah. Umi. 2019. Proses Pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Qiro’ati Di Pondok Asrama Pendidikan Islam Al-Riyadloh Kesongo Tuntang Kabupaten Semarang Tahun 2019/2020. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Dosen Pembimbing : Mufiq, S.Ag., M.Phil. Kunci : Pembelajaran Al Qur’an, Metode Qiro’ati. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui proses pembelajaran metode Qiro’ati Di Pondok Pesantren Al-Riyadloh. 2) Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari metode Qiro’ati Di Pondok Pesantren Al-Riyadloh. 3) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran Al-Qur’an di Pondok pesantren Al-Riyadloh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan penelitian lapangan. Penelitian dilaksanakan di Pondok pesantren Al-Riyadloh Kesongo Lor, Kesongo, Tuntang, Kab. Semarang pada bulan Februari sampai dengan Maret 2019. Subyek penelitian adalah pengurus Qiro’ati, ustadz/ustadzah pengampu Qiro’ati dan santri Qiroati Al-Riyadloh. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk mengetahui keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatis model alir dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pembelajaran Al Qur’an dengan metode Qiro’ati, dilaksanakan 5 hari dalam satu minggu. Kegiatan belajar mengajar selama 75 menit dilakukan dalam 4 bagian yaitu materi tambahan (15 menit). Kegiatan inti, praktek alat peraga (15 menit), pengajaran individual buku jilid Qiro’ati (30 menit). Penutup dengan praktik alat peraga dan salam (15 menit). Adanya penilaian atau evaluasi dilakukan 3 langkah yaitu evaluasi kenaikan jilid oleh Kepala Lembaga, evaluasi imtaz oleh koordinator cabang Qiro’ati, dan evaluasi khatam Qiro’ati oleh Lembaga Al-Riyadloh. 2) Kelebihan metode Qiro’ati di Al-Riyadloh yaitu santri dapat membaca secara fashih dengan menerapkan M3 (mringis,mangap,mecucu), setelah khatam santri mendapat ijasah Qiro’ati, menguasai bacaan gharib dan tajwidnya, dan ilmunya mempunyai sanad yang muttashil. Kekurangannya, yaitu: sebagian santri belum bisa makhorijul huruf seperti kho’, qaf, ghain yang berharokat kasrah. Dal’, dzal, sin, ta’ yang berharokat dhummah, santri tahfidz belum bisa menerapkan Qiro’ati, dan kurang menguasai abjad hijaiyah secara urut dan tidak bisa mengeja. 3) Faktor pendukung: adanya sarana prasarana yang memadai dan kualitas asatidz yang sudah bersyahadah, motivasi wali santri dan keikhlasan asatidz. faktor penghambat: kurangnya kelas, faktor mental santri, dan asatidz yang jarang nderes/terlambat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Ilmu Ekonomi,Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan Negera > Ilmu Pendidikan
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 19 Sep 2019 11:17
Last Modified: 19 Sep 2019 11:17
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/5974

Actions (login required)

View Item View Item