Konsep Tasawuf Perspektif K.H Hasyim Asy'ari Dalam Kitab Jami'atul Maqasid Fi Bayani Mabadiit Tauhid Fiqh Wa Tasawuf Lil Murid

Mushoffa, Mayya (2019) Konsep Tasawuf Perspektif K.H Hasyim Asy'ari Dalam Kitab Jami'atul Maqasid Fi Bayani Mabadiit Tauhid Fiqh Wa Tasawuf Lil Murid. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
Mayya Mushoffa.pdf

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Mushoffa, Mayya. 2019. Konsep Tasawuf (Akhlaq) Perspektif KH. Hasyim Asy’ari Dalam Kitab Jamiatul Maqasid Fi Bayani Mabadiit Tauhid Fiqh Wa Tasawuf Lil Murid. Skripsi, Salatiga: Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Dr. M. Ghufron M.Ag. Kata Kunci: Konsep Tasawuf, KH. Hasyim Asy’ari, Jamiatul Maqashid. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai tasawuf perspektif KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Jamiatul Maqashid. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana nilai-nilai tasawuf yang terdapat dalam kitab Jamiatul Maqashid fi bayani mabadiit tauhid fiqh wa tasawuf lil murid. 2) Bagaimana relevansi nilai-nilai konsep tasawuf kitab Jamiatul Maqashid fi bayani mabadiit tauhid fiqh wa tasawuf lil murid terhadap pendidikan sekarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer buku adalah kitab karya KH. Hasyim Asy’ari Jamiatul Maqashid fi bayani mabadiit tauhid wa tasawuf lil murid, sumber sekundernya adalah buku-buku lain yang bersangkutan dan relevan dengan penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Metode Analisis Isi (Content Analysis). Ada beberapa perincian tahapan-tahapan untuk sampai kepada Allah yang dibagi menjadi empat tahapan. Pertama, tahapan-tahapan dasar. Kedua, pokok-pokok tahapan dasar. Ketiga, tanda-tanda pokok tahapan dasar. Keempat, puncak tahapan-tahapan untuk mencapai ridho Allah. Dengan demikian maka dapatlah dipahamkan bahwa jalan untuk mengenal Tuhan itu, dapat ditempuh sekaligus, tetapi sesuai keadaan masing-masing pribadi, ia harus menempuh secara bertahap. Pemanfaatan pembelajaran ilmu akhlak (tasawuf) menyebabkan kita dapat menerapkan sebagian perbuatan lainnya sebagai perbuatan yang baik dan perbuatan lainnya yang buruk, dan membersihkan qalbu dari kotoran-kotoran hawa nafsu dan amarah sehingga hati menjadi suci dan bersih. Dan tujuan pembinaan akhlak pada manusia merupakan tujuan akhir pada setiap ibadah adalah pembinaan takwa. Bertakwa mengandung arti melaksanakan segala perintah agama dan meninggalkan segala larangan. Jika jiwa dan fikiran kita bersih, maka akan lebih mudah ilmu-ilmu yang masuk dalam otak kita.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Tassawuf dan sufisme
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 20 Sep 2019 06:12
Last Modified: 20 Sep 2019 06:12
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/6007

Actions (login required)

View Item View Item