Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Keragaman Sosial Budaya Masyarakat Indonesia Melalui Model Experiental Learning dan Media Kocok Sumpit Pada Siswa Kelas V MI Ma'arif Kutowinangun Salatiga Tahun Pelajaran 2018/2019

Nuraeni, Eva (2019) Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Keragaman Sosial Budaya Masyarakat Indonesia Melalui Model Experiental Learning dan Media Kocok Sumpit Pada Siswa Kelas V MI Ma'arif Kutowinangun Salatiga Tahun Pelajaran 2018/2019. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
skripsi eva.pdf

Download (3MB)

Abstract

Nuraeni, Eva 2019. “Peningkatan Hasil Belajar Ips Materi Keragaman Sosial Budaya Masyarakat Indonesia Melalui Model Experiential Learning Dan Media Kocok Sumpit Pada Siswa Kelas V Ml Ma'arif Kutowinangun Salatiga Tahun Pelajaran 2018/2019”. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Dosen Pembimbing Dra.Hj. Siti Farikhah., M.Pd. Kata Kunci : Hasil belajar; Model Pembelajaran Experiential Learning; Media Kocok Sumpit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Experiential Learning dan Media Kocok sumpit dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi keberagaman sosial budaya masyarakat indonesia pada siswa kelas V MI Ma'arif Kutowinangun Kecamatan Tingkir Lor Kota Salatiga yang terdiri dari 26 siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus yang setiap siklusnya merupakan rangkaian kegiatan yang masing-masing terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Intrumen penilaian menggunakan tes tertulis dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan antara skor nilai setiap siklus dengan KBM (Ketuntasan Belajar Minimal) yang telah ditetapkan yaitu 70 (sesuai dengan KBM yang telah diberlakukan di MI Ma'arif Kutowinangun Kecamatan Tingkir Lor Kota Salatiga) sekaligus ditandai dengan adanya peningkatan Kriteria Ketuntasan Klasikal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dibuktikan dari hasil pra siklus sebelum menerapkan model pembelajaran Experiential Learning dan media Kocok Sumpit hanya 5 siswa (19,23%) yang memenuhi Ketuntasan Belajar Minimal (KBM), sedangkan masih ada 21 siswa (80,76%) yang belum memenuhi KBM. Selanjutnya pada siklus 1 ada 15 siswa (57,69%) yang memenuhi Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) dan ada 11 siswa (42,30%) belum memenuhi KBM. Kemudian, pada siklus II ada 23 siswa (88,46%) yang memenuhi Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) dan ada 3 siswa (11,5%) yang belum memenuhi KBM.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Ilmu Ekonomi,Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan Negera > Ilmu Pendidikan
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 23 Sep 2019 13:48
Last Modified: 23 Sep 2019 13:48
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/6114

Actions (login required)

View Item View Item