MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU MADRASAH

MUHAIMIN, (2019) MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU MADRASAH. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
TESIS MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM SISTEM PENJAMINAN MUTU MADRASAH.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini memaparkan tentang manajemen Kepala Madrasah dalam rangka meningkatkan mutu madrasah di MAN Insan Cendekia Pekalongan dan MAN 1 Surakarta tahun 2019. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi yang valid tentang : 1) Mengetahui bagaimana gambaran manajemen Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Madrasah yang dilakukan Kepala Madrasah di MAN Insan Cendekia Pekalongan dan MAN 1 Surakarta, 2) Mengetahui bagaimana pelaksaan 8 Standar Nasional Pendidikan di MAN Insan Cendekia dan di MAN 1 Surakarta tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif, yakni prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dan penelitian yang diperlukan agar dapat diamati yang dilakukan dalam kehidupan yang nyata dan sebenarnya. Sedangkan pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta validitas data.Sumber utama dalam penelitian ini adalah Kepala Madrasah selaku manajer, wakil kepala madrasah dan guru. Proses penyajian data dilakukan dengan menggunakan pendekatan diskriptif naturalistik, yakni memaparkan berbagai kondisi obyektif yang ditemukan dilapangan tentang berbagai pelaksanaan penjaminan mutu sesuai borang akeditasi. Berdasarkan hasil penelitian di MAN Insan Cendekia Pekalongan dan MAN 1 Surakarta dapat disimpulkan bahwa; 1) Manajemen yang dilaksanakan di kedua MAN dimulai perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, komunikasi dan supervisi. Dalam perencanaan mempunyai program Rencana Jangka Menengah dan Rencana Kerja Tahunan, dalam pemenuhan mutu pendidikan merencanakan pemenuhan 8 standar pendidikan, program kerja kepala madrasah dalam 1 tahun, dalam penganggaran mempunyai rencana anggaran madrasah baik dari APBN, APBD dan sumbangan wali murid. Dalam pengorganisasian mempunyai struktur pegawai, susunan kepanitiaan tiap even, adanya pakta kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, pemanfaatan sumber daya yang dimiliki, memberikan arahan yang dinamis dalam bekerja, mengkoordinasi staff dalam bekerja. Langkah koordinasi yang dilakukan perencanaan yang memiliki program kerja, mengkoordinasi staff dalam menciptkan iklim kondusif dan memberi penghargaan bagi yang berprestasi dan hukuman bagi yang melanggar aturan, memiliki mekanisme monitoring dan evaluasi secara periodik , adanya rapat bersama dalam membuat program, menerima perbedaan pendapat dalam membuat kebijakan. Dalam komunikasi ada komunikasi intern yaitu membangun komunikasi antar personil dan memecahkan masalah bersama.Komunikasi ekstern melaksanakan v hubungan dengan orang tua dan masyarakat. Dalam supervisi melaksnakan supervisi akademik yaitu untuk mengembangkan kemampuan guru, memonitor proses belajar mengajar, untuk mendorong guru menerapkan kemampuan mengajar. Supervsi Tenaga Kependidikan yang dilaksanakan adalah supervisi tenaga administrasi sekolah, supervisi tenaga perpustakaan, supervisi tenaga laboratorium. 2) Kegiatan pelaksanakan 8 SNP dimulai membentuk panitia penjaminan mutu, membuat perencanaan mutu yang dituangkan dalam rencana kerja sekolah, melaksanakan pemenuhan mutu, monitoring dan evaluasi proses pemenuhan mutu dan penyusunan strategi peningkatan mutu berdasar monitoring dan evaluasi. 3) Indikator mutu yang sudah dilakasanakan adalah dengan pemenuhan 8 standar mutu pendidikan yaitu standar kompetensi lulusan yang baik dalam sikap, pengetahuan yang faktual dan ketrampilan. Di Standar Isi perangkat pembelajaran di kedua MAN sesuai dengan kompetensi lulusan, KTSP sesuai prosedur, pelaksaan kurikulum sesuai ketentuan. Di standar proses madrasah merencanakan pembelajaran sesuai ketentuan, proses pembelajaran diseuaikan dengan tepat namun tiap kelas di MAN Insan Cendekia hanya 24 anak dari ketentuan 36 anak sedangkan di MAN 1 Surakarta 36 anak, penilaian otentik dilakukan dalam proses belajar. Di standar penilaian aspek penilaian sesuai ranah kompetensi, Tehnik penilaian obyektif dan akuntabel, penilaian pendidikan ditindak lanjuti, instrumen penilaian menyesuaikan aspek, penilaian mengikuti prosedur. Di standar pendidik dan tenaga kependidikan ketersediaan guru sesuai ketentuan, kompetensi kepala madrasah sesuai ketentuan, ketersediaan tenaga administrasi dan laboran sesuai ketentuan tapi pustakawan di MAN Insan Cendekia belum sesuai ketentuan tetapi di MAN 1 Surakarta sudah sesuai ketentuan. Di standar sarana dan prasarana kapasitas daya tampung sesuai, sarana pemebelajaran yang lengkap termasuk pendukungnya. Di standar pengelolaan madrasah melakukan perencanaan, pengelolaan sesuai ketentuan, kepala madrasah bekerja dengan baik, ada sistem informasi dikelola dengan baik. Di standar pembeayaan di kedua MAN memberikan layanan subsidi silang bagi yang tidak mampu, beban opersioanal sesuia ketentuan dan dana dikelola dengan baik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Ilmu Ekonomi,Politik, Sosial, Budaya dan Pertahanan Negera > Ilmu Pendidikan
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 30 Sep 2019 13:20
Last Modified: 30 Sep 2019 13:20
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/6459

Actions (login required)

View Item View Item