NIKAH DENGAN NIAT TALAK DAN RELEVANSINYA DENGAN KHI PASAL 3 Studi Kasus Di Desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang)

Jamilah, Alfiyatul (2015) NIKAH DENGAN NIAT TALAK DAN RELEVANSINYA DENGAN KHI PASAL 3 Studi Kasus Di Desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang). Other thesis, IAIN Salatiga.

[img]
Preview
Text
47.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/

Abstract

Penikahan menurut syari’at islam merupakan ketentuan yang mengikat setiap muslim. Setiap muslim perlu menyadari bahwa di dalam perkawinan itu terkandung nilai-nilai ubudiyah. Karena itu, pernikahan diistilahkan oleh Al qur’an dengan mitsaaqan ghalidza yaitu suatu ikatan atau janji yang sangat kuat. Menghindari perzinaan menjadi salah satu alasan untuk menyegerakan menikah, sehingga timbul istilah “nikah dengan niat talak” yaitu, seorang pria menikahi wanita dan di dalam hatinya (niat) akan menceraikan wanita tersebut setelah selesai masa studi atau domisili atau kebutuhannya telah terpenuhi (selesai). Maksudnya adalah untuk menghindari zina, maka lebih baik nikah dengan niat talak. Hal ini ketika dikaitakan dengan masa sekarang, maka harus direlevansikan dengan produk hukum, yakni Kompilasi Hukum Islam (KHI). Apakah nantinya nikah dengan niat talak tersebut sesuai atau tidak dengan ketentuan hukum yang terkandung dalam kompilasi hukum islam (KHI). Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ingin mengetahui lebih dalam Bagaimana akad nikah yang dilakukan oleh pasangan yang melakukan nikah dengan niat talak? Faktor apa yang menyebabkan terjadinya nikah dengan niat talak? Bagaimana pendapat para ulama’ tentang adanya nikah dengan niat talak yang terjadi di Desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang ditinjau dari perspektif hukum islam dan KHI? Metode yang dilakukan adalah metode kualitatif. Peneliti menggunakan penelitian lapangan (field research), yakni penelitian yang dilakukan ditengah- tengah masyarakat. Dalam hal ini data yang ingin diperoleh adalah adanya niat talak dalam sebuah pernikahan studi kasus di Desa Rejosari Kec. Pringapus kabupaten semarang. Penelitian dilakukan mulai bulan juni 2014 sampai dengan Desember 2014. Responden berjumlah dua pasang pelaku pernikahan dengan niat talak. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan interview (wawancara) kemudian data ditranskip menjadi data yang lengkap. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah bahwa sebagian ulama’ memang memperbolehkan pernikahan dengan niat talak karena mereka melihat pernikahan tersebut hanya dari lahirnya saja jadi pernikahan tersebut tetap sah. Tetapi menurut peneliti pernikahan dengan niat talak adalah batil karena lebih banyak madharat yang diperoleh dari pada manfaat yang terkandung di dalamnya. Karena niat awal pernikahan tersebut sudah jelek. Selain itu, dalam pernikahan tersebut ada unsur penipuan yang akan menimbulkan kerugian pada salah satu pihak. Jika direlevansikan dengan tujuan pernikahan yang terkandung dalam pasal 3 KHI maka pernikahan dengan niat talak sangat tidak relevan. Selain itu, jika dilihat dari tujuan pernikah dan prinsip pernikahan yang terdapat dalam syari’at Islam baik dalam Al qur’an maupun hadits pernikahan dengan niat talak juga sangat bertentangan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama > Fiqih (Hukum Islam)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 16 Mar 2016 03:50
Last Modified: 16 Mar 2016 03:50
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/677

Actions (login required)

View Item View Item