MODEL PEMBINAAN KEAGAMAAN ISLAM DI LINGKUNGAN PROSTITUSI KOPENG KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2011

ZAKARIA, ZAKARIA (2011) MODEL PEMBINAAN KEAGAMAAN ISLAM DI LINGKUNGAN PROSTITUSI KOPENG KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2011. Other thesis, IAIN SALATIGA.

[img] Text
ZAKARIA.pdf

Download (42MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas pelaksanaan pernbinaankeagarnaan di lingkungan prostitusi kopeng kec. Getasan kab. Semarang,melipuri; (I) Untuk mengetahui model Pembinaan Keagamaan di LingkunganProstitusi Kopeng kec.Getasan kab.Semarang. (2) Untuk mengetahui Faktor­faktor pendukung dalarn Pernbinaan Keagamaan di Lingkungan Prostitusi Kopengkec.Getasan kab.Sernarang, (3) Untuk mengetahui Faktor-faktor pengharnbatdalam Pernbinaan Keagarnaan di Lingkungan Prostitusi Kopeng kec.Getasankab.Sernaraug.Pengkajian penelitian ini dilakukan secara kualitaiif terhadap inforrnanPembina keagarnaan baik dari petugas kantor urusan agama kec. Getasan atau daritokoh masyarakat sekitar. Dalam penelitian ini penulis mengunakan pendekatandeskriptif kualitatif yaitu prosedur penelitian yang rnenghasilkan data-datadeskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau orang-orang dari pelaku yang dapatdiarnati dengan tujuan untuk mengambarkan keadaan atau status fenomena daridata-data yang cliperoleh dari obyek pcnelitian. yang kernuclian dilakukan analisisdengan cara:a. Mencliskripsikan data dari informanb. Memilah-rnilah sesuai dengan analisis penelitian kernudian dianalisis olchpenulisc. Disimpulkan untuk menjawab tujuan penelitiaanKesimpulan yang diperolch dari penelitian 1n1 adalah (I ).Modelpembinaan keagarnaan yang dilakukan di lingkungan prostitusi kopeng aclalahdengan menyelenggarakan beberapa kegiatan keagamaan seperti ceramah­ceramah keagamaan, sholat berjamaah dan tadarus. Dianiaranya model-modelpernbinaan keagarnaan yang clilakukan di lingkungan prostitusi kopeng aclalahsebagai berikut: a. Model pernbinaan keagamaan tunasusila pada pengetahuanagarna ya itu Orang yang mengaku beragama is lam tidak hanya cu I up men yak in iadanya tuhan dan ciptaanya. ia juga dituntut mcngctahui bcrbagai pcngciahuandasar agama tentang keyakinan. tcntang ritual peribadatan, kitab suci clanhubungan sosial kernasyarakatan. dengan mengciahui pengeiahuan agama rnakadapat melakukan berbagai kegiatan agarna aiaupun kegiatan masyarakat yangbenar sesuai ketentuan hukum agarna. b. Model pernbinaan keagarnaan tunasusilapada praktek agarna yaitu bahwasanya dalam agama islarn rnelaksanakan praktekibaclah merupakan implementasi ierhadap pcngetahuan agama, bcntuk kctaarankepada Allah SWT dan keyak inan mcnjalankan perintah-pcrintah agama yangdiwujudkan dalam bentuk perbuatan atau ritual ibadah seperti sholat. puasa. zakaiserta ritual-ritual lainya. Scdangkan ritual ibadah juga bisa mcrupak.in kcgiutansehari-hari yang ticlak terikat oleh waktu tertentu seperti rnengucapkan salam ketika berternu dengan sesama muslim dan berdoa ketiaka akan mernulaikegiatan. c. Model pembinaan keagarnaan tunasusila pada pengalaman agamayaitu dimensi pengalaman dalam keagamaan sering disebut dengan penghayatan,dan biasanya penghayatan ini turnbuh menyertai pengamalan ajaran agama danperibadatan yang dilakukan seseorang. Penghayatan ini menunjukan seberapajauh tingkat seorang muslim merasakan, mengalami perasaan dan pengalaman­pengalaman rel igi us, bagi seorang mus! im penghayatan terwuj ud dalarn perasaandekat dengan Allah SWT. (2). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhipembinaan keagamaan di lingkungan prostitusi kopeng adalah sebagai berikut:a. Faktor pendukung, rnelipuri:a.) Fasi I itas yang d ised iakan o leh masyarakat a tau pem bi naankeagamaan untuk rnendukung keagamaan tuna susila.b.) Berbagai macam kegiatan keagamaan seperti ceramah keagarnaan,sholat berjarnaah dan tadarus.c.) Kepedulian pembina dan seluruh elernen masyarakat sekitar.d.) Semangat, antusias dan kesadaran tuna susila melaksanakan berbagaikegiatan yang bertujuan untuk rneningkatkan keagamaan.e.) Bekal keagamaan tuna susila yang cukup diperoleh dari lingkungankeluarga atau lingkungan rnasyarakat yang agarnis.b. Faktor penghambata.) Keterbatasan pernahaman pernbina terhadap pengetahuan agarnapad a masa lah-rnasa lah tertentu.b.) Masih labilnya kejiwaan tunasusila yang menyebabkan masih mudahterpengaruh oleh hal-hal yang negati f.c.) Pengetahuan tunasusila yang masih sempit mengenai keagarnaansehingga rnasih menganggap bahwa agama hanya sebatas ritualperibadatan saja.d.) Kurangnya kesadaran tunasusila akan kebutuhan dan pentingnyakaeagamaan guna menapak di lingkungan yang lebih luas.e.) Lingkungan keluarga dan masyarakat yang acuh terhadap agarnasehingga rnenyebabkan pengalaman yang kurang baik bagitunasusi la.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Agama
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 07 Feb 2020 09:04
Last Modified: 07 Feb 2020 09:04
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/7083

Actions (login required)

View Item View Item