Sinonimitas dalam al-Qur'an (Analisis Semantik Lafadz Birr dan Ihsan)

Muasyaroh, Jumiati ummu (2020) Sinonimitas dalam al-Qur'an (Analisis Semantik Lafadz Birr dan Ihsan). [UNSPECIFIED]

[img] Text
FINISSSH SKRIPSI BAB I-5 REVISI.pdf

Download (2MB)

Abstract

Sinonimitas (Tar?duf) dalam al-Qur?an telah menjadi kajian yang sangat hangat diperbincangkan para Ulama ahli Bahasa Arab. Sebagian ulama sepakat dengan adanya sinonimitas dalam al-Qur?an, namun sebagian yang lain mengingkari keberadaannya. Tokoh yang sangat menonjol dalam menolak sinonimitas ialah Muhammad Syahrur dan Bintusy Syati?, sehingga lahir konsep Asinonimitas sebagai wujud pengingkarannya terhadap lafadz yang dianggap bersinonim dalam al-Qur?an. Salah satu kata yang dianggap sinonim adalah lafadz Birr dan I?s?n yang bermakna kebajikan. Data di atas kemudian menimbulkan kegelisahan akademik dalam benak penulis berupa, apa makna Birr dan I?s?n dalam al-Qur?an? Bagaimana hubungan kata pada lafadz Birr dan I?s?n berdasarkan medan semantik? Bagaimana kontekstual kata Birr dan I?s?n dalam al?Qur?an? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan sinonimitas dalam al?Qur?an melalui kajian kedua lafadz objek kunci penelitian yaitu Birr dan I?s?n. Metode penelitian yang digunakan dalam riset ini menggunakan metode analisis-deskriptif, dengan pendekatan linguistik. Penelitian ini menggunakan analisis semantik yang dikembangkan oleh Toshihiko Izutsu, seorang ahli linguistik yang sangat tertarik pada al-Qur?an. Penulis melacak dan menghimpun ayat-ayat yang berkaitan, kemudian menganalisis makna-makna yang terkandung di dalam ayat tersebut berdasarkan analisis sintagmatik dan analisis paradigmatik lalu mengintegrasikan konsep-konsep yang telah diperoleh. Untuk mendapatkan makna khusus dalam al?Qur?an, penulis melakukan analisis kontekstual berdasarkan subjek dan objek dalam ayat-ayat yang dikaji. Makna dasar kata birr adalah “ketaatan” atau dalam bahasa Arab disebut „th?’ah?. Hasil dari analisis sintagmatik adalah lafadz khauf, ?ulumah, amr, mukhlis, taqwa, dan inf?q, kemudian hasil dari analisis paradigmatik ialah kata th?’ah, shidqun, i?s?n,khair, s?lih, ma’r?f, bahr, kadzib, syarr, dan is? ah. Sedangkan makna dasar kata I?s?n adalah “perbuatan baik” atau dalam bahasa Arab disebut „hasanah’. Makna I?s?n berdasarkan analisis sintagmatik diantaranya adalah adalah inf?q, walidain, nafsun, Shuwarun, takwa, ‘adl dan jaza’. Kemudian hasil dari analisis paradigmatik ialah kata jam?l, hasanah, khair, birr, ma’r?f, is? ah, syarr, dan sayyi’ah. Kata Birr dan I?s?n memiliki kedekatan konsep, dilihat dari makna sintagmatik dan paradigmatik yang sama yaitu kata taqwa, Inf?q, khair, dan ma’r?f. Namun berdasarkan analisis kontekstual ayat menurut subjek dan objeknya, kata I?s?n dalam penggunaan ayat al-Qur?an mempunyai cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan kata Birr karena lebih banyak perbedaannya. Sehingga teori Asinonimitas masih relevan mengingat bahwa tidak ditemukan sinonim murni di dalam al-Qur?an. Kata Kunci: Birr, I?s?n, Sinonim, Semantik.

Item Type: UNSPECIFIED
Subjects: Agama > Alqur'an
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 29 Jun 2020 11:50
Last Modified: 29 Jun 2020 05:25
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/8732

Actions (login required)

View Item View Item