PERAN MASJID PATHOK NEGORO AD-DAROJAT DALAM PERUBAHAN SOSIAL KEAGAMAAN KAMPUNG BABADAN LAMA BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA (1942-2019)

Kartikasari, Elisa Novi (2020) PERAN MASJID PATHOK NEGORO AD-DAROJAT DALAM PERUBAHAN SOSIAL KEAGAMAAN KAMPUNG BABADAN LAMA BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA (1942-2019). [["eprint_typename_skripsi" not defined]]

[img] Text
ELISA NOVI KARTIKASARI-2.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Kartikasari, Elisa Novi. 2020. “ Peran Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat dalam Perubahan Sosial Keagamaan Kampung Babadan Lama Banguntapan Bantul Yogyakarta (1942-2019)”. Skripsi Program Studi Sejarah Peradaban Islam. Fakultas Usuluddin Adab dan Humaniora. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Drs. Taufiqul Mu’in, M.Ag. Kata Kunci: Masjid Pathok Negoro, Perubahan Sosial, Yogyakarta. Kerajaan Mataram, yang telah mengalami berbagai macam peristiwa disintegrasi dan perebutan kekuasaan, pada tahun 1755 terbagi menjadi dua, yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Pada wilayah Kesultanan Yogyakarta, terdapat lima Masjid Pathok Negoro, yaitu Mlangi di barat daya, Plosokuning di utara, Babadan di timur, Wonokromo di tenggara dan Dongelan di Selatan Kraton Yogyakarta, yang dikenal sebagai konsep papat kalimo pancer. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui gambaran umum lokasi penelitian yaitu di Kampung Babadan Lama Banguntapan Bantul Yogyakarta 2) Untuk mengetahui Profil Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat dan kondisi Kampung Babadan Lama 3) Untuk mengetahui Aktivitas sosial-keagamaan masyarakat Kampung Babadan Lama di Masjid AdDarojat. Penelitian ini menggunakan metode library research, yaitu penelitian tersebut dengan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan objek penelitian, dengan mengumpulkan data-data yang diperlukan, baik secara primer maupun sekunder. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Lokasi Penelitian ini dilakukan di Kampung Babadan Lama Banguntapan Bantul Yogyakarta, dan di kampung tersebut terdapat Masjid Pathok Negoro yang bernama Ad-Darojat. 2) Masjid Pathok Negoro dibangun pada tahun 1774 namun pada saat kedudukan Jepang 1942 Masjid ini dibongkar dan dipindahkan ke Babadan Baru atau Babadan Kentungan, pada tahun 1960 salah satu warga Babadan bernama Mutohar membangun kembali Masjid ini kembali ke Kampung Babadan Lama Banguntapan di padukuhan Plumbon. 3) Aktivitas sosial keagamaan masyarakat yang dilakukan rutin di Masjid Ad-Darojat ini beragam seperti : Kajian Tafsir Qu’an,Kajian Tahsin Qur’an, Kajian Pemuda Islam, Kajian Khusnul Khatimah, Pengajian Ahad Pagi, dan Pengajian anak. Sedangkan kegiatan lain yang diadakan di Masjid Ad-Darojat ini ada Shalat Tarawih saat Ramadhan, Shalat Idul Fitri, Shalat Idul Adha, Penyembelihan hewan qurban dan kadang ada pengajian akbar.

Item Type: ["eprint_typename_skripsi" not defined]
Subjects: Agama > Sejarah Islam
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 26 Oct 2020 14:51
Last Modified: 26 Oct 2020 14:51
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/9576

Actions (login required)

View Item View Item