UPAYA GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA DISLEKSIA DENGAN METODE PEMBELAJARAN NEUROLOGICAL IMPRESS DI MI MA’ARIF SRATEN KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Ramadhani, Laela Lintank (2020) UPAYA GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA DISLEKSIA DENGAN METODE PEMBELAJARAN NEUROLOGICAL IMPRESS DI MI MA’ARIF SRATEN KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2019/2020. [UNSPECIFIED]

[img] Text
LAELA LINTANK R-23040160105.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Romandhani, Laela Lintank. 2020. Upaya Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar pada Siswa Disleksia dengan Metode Pembelajaran Neurological Impress. Skripsi. Jurusan Tarbiyah. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Dosen Pembimbing: Dr. Peni Susapti. M.Si. Kata Kunci: Kesulitan Belajar; Disleksia; Metode Neurological Impress. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru dalam menangani kesulitan belajar pada siswa disleksia dengan metode pembelajaran neurological impress. Penulis mengambil tujuan penelitian ini berdasarkan pada kondisi siswa di MI Ma’arif Sraten. Fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar pada siswa disleksia dengan metode pembelajaran neurological impress.(2) Apakah kesulitan guru dalam menerapkan metode neurological impress. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini bersubjek dari kepala sekolah MI Ma’arif Sraten, guru kelas, guru mapel, dan siswa kelas III. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Upaya yang dilakukan guru di MI Ma’arif Sraten dalam menangani kesulitan belajar pada siswa disleksia menggunakan metode pembelajaran neurological impress. Metode tersebut dilakukan dalam jam tambahan belajar membaca dengan tahap diantaranya:(a)Satu persatu siswa disleksia diberi buku bacaan dan duduk berhadapan dengan masing-masing guru yang mengajarinya membaca.(b)Siswa mulai mengeja bacaan dan guru membisikkan ejaan tersebut secara perlahan ketelinga siswa.(c)Secara bergantian siswa menirukan dan menunjuk pada kata yang diucapkan.(d)Guru dalam kondisi tertentu, membaca lebih cepat atau sebaliknya dan siswa menirukan sesuai dengan yang diperintahkan. Siswa disleksia yang mengikuti jam tambahan belajar membaca adalah siswa laki-laki. (2) Kendala yang ditemui guru di MI Ma’arif Sraten ketika menerapkan metode pembelajaran neurological impress adalah faktor dalam diri anak disleksia itu sendiri, kedisiplinan siswa yang sering datang terlambat, keterbatasan tenaga pendidik dalam mendampingi kegiatan membaca siswa, dan faktor keluarga yang kurang mendukung dapat mempengaruhi kesulitan belajar anak. Siswa disleksia yang mengalami kesulitan belajar membaca sudah mulai bisa mengenal huruf, mengingat huruf, membedakan huruf, mengeja, dan membaca secara benar dengan menggunakan metode neurological impress dalam kurun waktu beberapa bulan.

Item Type: UNSPECIFIED
Subjects: Bahasa
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 27 Oct 2020 11:12
Last Modified: 27 Oct 2020 04:15
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/9633

Actions (login required)

View Item View Item