KONSEP KEBAHAGIAAN (Studi Perbandingan Antara Aristoteles Dan Ibn Rusyd Serta Relevansinya Di Masa Sekarang)

Khusna, Fatma Arifatul (2020) KONSEP KEBAHAGIAAN (Studi Perbandingan Antara Aristoteles Dan Ibn Rusyd Serta Relevansinya Di Masa Sekarang). [UNSPECIFIED]

[img] Text
SKRIPSI FATMA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kebahagiaan sejati masih menjadi permasalahan bagi manusia. Walaupun sudah ada beberapa teori yang mendefinisikan tentang kebahagiaan. Ada yang berpendapat bahwa kebahagiaan itu mengenai tercukupinya kebutuhan manusia (sandang, pangan, papan). Ada juga yang berpendapat bahwa kebahagiaan itu adalah keterarahan kepada Tuhan. Sehingga manusia akan mendapatkan ketenangan jiwa melalui aktivitas-aktivitasnya dalam mendekatkan diri kepada Tuhan. Begitu juga para filsuf barat maupun filsuf muslim yang ikut serta dalam memberikan definisi tentang kebahagiaan. Aristoteles memberikan definisi kebahagiaan yang ditulis dalam buku Eudemian Ethics dan Nicomachean Ethics. Dalam hal ini ternyata filsuf-filsuf muslim juga mengambil gagasan tersebut seperti Al-Farabi dan ibn Maskawaih. Permasalahan tersebut di atas sangat menarik pasalnya Aristoteles merupakan filsuf Yunani kuno namun gagasannya diteruskan oleh beberapa filsuf muslim termasuk juga ibn Rusyd. Hal tersebut menunjukkan bahwa ibn Rusyd dalam konsep kebahagiaanya menyempurnakan konsep kebahagiaan Aristoteles. Skripsi ini hasil dari penelitian kualitatif dengan mengambil judul “Konsep Kebahagiaan (Studi perbandingan antara Aristoteles dan Ibn Rusyd)” dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu menggambarkan objek penelitian yang telah didapat melalui pengumpulan informasi dari buku bacaan yang menjelaskan objek terkait penelitian dan referensi lainnya yang berkaitan dengan judul. Penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian pustaka (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan ahir dalam hidup manusia ini adalah mencapai suatu kebahagiaan yang sifatnya tidak terbatas oleh waktu. Kebahagiaan menurut Aristoteles adalah sesuatu yang sifatnya dapat dirasionalkan dan melalui perenungan. Kebahagiaan menurut Aristoteles ini juga dapat dicapai melalui tindakan-tindakan yang sesuai dengan norma masyarakat yang sesuai dengan standar moral. Sedangkan kebahagiaan menurut ibn Rusyd terletak pada intelektualitas untuk memahami pemahaman yang tertinggi adalah tentang keabadian Tuhan. Persamaan dari kedua konsep tersebut adalah dengan menggunakan intelektual serta perenungan. Kemudian perbedaan dari keduanya adalah: Aristoteles menggunakan jalan akal dan perenungan, kemudian penekanannya lebih kepada etika sosial kemasyarakatan, serta ia merupakan seorang rasionalis tulen. Sedangkan ibn Rusyd di samping menggunakan jalan akal dan perenungan ia juga menggunakan wahyu sebagai jalan dalam mencari kebenaran. Kemudian penekanannya lebih kepada konsep ketuhanan dengan tetap menyertakan etika kemasyarakatan dalam kehidupannnya. Ia adalah seorang rasionalis tapi ketika akal sudah tidak mampu menjawab, maka diserahkan kepada wahyu, walaupun kemudian jawaban yang ada di dalam ayat-ayat al-Qur’an terkadang perlu ditakwilkan agar sesuai atau relevan dengan akal atau rasio. Kata kunci: Kebahagiaan, Konsep, Aristoteles, Ibn Rusyd.

Item Type: UNSPECIFIED
Subjects: Filsafat dan Epistemologi
Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id
Date Deposited: 29 Oct 2020 22:47
Last Modified: 03 Nov 2020 02:59
URI: http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/id/eprint/9707

Actions (login required)

View Item View Item